terkinni.id – Pada Kamis (20/8), pengacara Gunil membagikan pernyataan resmi melalui media sosial.
Menyusul permintaan maaf sebelumnya, Pihak Gunil mengakui bahwa sang artis memang sempat menggunakan ungkapan yang tidak pantas dalam percakapan pribadi dengan menyatakan, “Penggunaan ungkapan yang tidak pantas dalam situasi pribadi tetap merupakan kesalahan yang tidak dapat dibenarkan”. Mereka menjelaskan bahwa saat itu Gunil tengah mengalami tekanan psikologis akibat sejumlah unggahan online serta tindakan yang dinilai telah melampaui batas dan mengganggu kehidupan pribadinya.
Lebih lanjut, pihak Gunil kemudian membantah sejumlah tuduhan lain yang beredar. Setelah meninjau berbagai rekaman dan bukti terkait, mereka menegaskan bahwa Gunil tidak sampai berulang kali menghina maupun melontarkan makian kepada penggemar Xdinary Heroes. Tuduhan bahwa ia menjelekkan sesama member serta bertemu dengan perempuan lain saat masih menjalin hubungan juga disebut tidak benar.
Pihak Gunil turut memberikan pernyataan terkait pengumuman pemutusan kontraknya dengan JYP Entertainment. Mereka menegaskan bahwa Gunil tidak pernah secara sukarela memutuskan untuk keluar dari Xdinary Heroes dan tidak pernah menyetujui pemutusan kontrak eksklusif. Menurut pihaknya, situasi yang terjadi juga tidak dapat secara langsung dianggap sebagai alasan yang cukup untuk mengakhiri kontrak. Gunil pun disebut tidak ingin kontroversi ini semakin membebani para penggemar sehingga berharap dapat melanjutkan pembicaraan dengan pihak agensi dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik dan cepat.
Terkait unggahan yang menjadi awal kontroversi, pihak Gunil menyatakan bahwa meskipun terdapat sejumlah misinformasi, tetapi sang artis memilih untuk memaafkan pengunggah tuduhan tersebut dan tidak mengambil langkah hukum
Adapun setelah kontroversi mencuat pada 13 Agustus lalu, JYP Entertainment mengumumkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Gunil dan memutuskan untuk mengakhiri kontrak eksklusifnya berdasarkan kesepakatan bersama serta bahwa Xdinary Heroes akan melanjutkan aktivitas sebagai grup beranggotakan lima orang.


