terkinni.id – Yoon Soon Gu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, menyatakan niat perusahaan-perusahaan Korea untuk aktif bekerja sama dalam proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.
Menurut laporan media lokal pada Rabu (1/7), ia menyatakan, “Korea Selatan memiliki kemampuan teknologi yang memadai baik dalam Small Modular Reactor (SMR) maupun proyek reaktor skala besar yang ada, sehingga kami siap untuk bekerja sama dengan Indonesia.” Ia lebih lanjut menjelaskan, “Korea Selatan saat ini mengoperasikan 25 pembangkit listrik tenaga nuklir dan memiliki rekam jejak ekspor pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar ke negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Republik Ceko.”
Kerja sama tenaga nuklir dengan Indonesia pun telah dibahas sebagai agenda utama selama pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Prabowo Subianto April lalu. Melalui pernyataan bersama, kedua negara sepakat untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan mitra nuklir internasional.
Sementara itu, persaingan global pasar tenaga nuklir Indonesia sendiri kian intensif, dengan rampungnya studi kelayakan teknis dan ekonomi PLN Indonesia Power untuk pembangunan SMR Kalimantan Barat yang menggunakan teknologi dari perusahaan AS–NuScale Power–dan perusahaan nuklir milik negara Rusia–Rosatom.


