terkinni.id – Mark Lee menuai kontroversi setelah muncul mengenakan kaos bergambar bendera Konfederasi, simbol yang secara luas dikaitkan dengan perbudakan, rasisme, dan supremasi kulit putih di Amerika Serikat. Menyusul kritik yang bermunculan di media sosial, agensinya, Upper Room, merilis pernyataan permintaan maaf resmi pada Rabu, (24/6)i.
Dalam pernyataannya, pihak agensi menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman dan kecewa akibat pakaian yang dikenakan Mark. Mereka juga menegaskan akan bertindak dengan tanggung jawab, kesadaran, dan kehati-hatian yang lebih besar di masa mendatang.
Bendera Konfederasi sendiri merupakan lambang dari Konfederasi yang mendukung sistem perbudakan selama Perang Saudara Amerika. Karena latar sejarah tersebut, simbol ini kini dianggap sensitif dan sering dipandang sebagai representasi rasisme serta supremasi kulit putih.
Kontroversi bermula ketika foto Mark mengenakan kaos bermotif bendera tersebut beredar secara online. Setelah gambar itu tersebar, banyak netizen menyampaikan kekecewaan dan kritik terhadap penggunaan simbol yang memiliki sejarah kelam tersebut.
Upper Room menjelaskan bahwa kaos tersebut awalnya dikenakan sebagai item pakaian vintage. Namun, setelah menyadari makna historis dan sensitivitas simbol yang terdapat pada kaos itu, pihak agensi mengaku telah mengambil langkah agar bagian tersebut tidak terlihat. Meski demikian, foto yang sudah terlanjur tersebar memperlihatkan simbol tersebut dan memicu kekhawatiran publik.
Agensi juga menyatakan akan memperketat proses pemilihan kostum serta prosedur peninjauan konten untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Sebagai bentuk perhatian terhadap penggemar internasional, permintaan maaf tersebut turut dipublikasikan dalam bahasa Inggris.




