terkinni.id – Menurut data yang disampaikan oleh Badan Pertahanan kepada anggota parlemen Kang Dae Sik dari Komite Pertahanan Majelis Nasional pada Selasa (7/4), Korea Selatan dan Indonesia telah melakukan pembicaraan teknis terkait rencana transfer nilai dalam proyek pengembangan bersama KF-21 pada bulan Februari lalu.
Dalam pengembangan bersama KF-21 dengan Korea Selatan, Indonesia diketahui telah sepakat untuk menanggung sekitar 20% dari total biaya pengembangan sebesar 8,1 triliun won dan menerima 48 unit pesawat serta transfer teknologi. Namun, karena alasan beban keuangan, Indonesia mengurangi kontribusinya menjadi 600 miliar won.
Adapun hingga saat ini, Indonesia telah membayar 536 miliar won dari total kontribusinya sekitar 600 miliar won. Indonesia dijadwalkan akan membayar sisa 64 miliar won pada bulan Juni mendatang.
Badan Pertahanan pun telah menentukan waktu penyerahan prototipe dan data pengembangan setelah Indonesia melunasi seluruh kontribusinya. Lebih lanjut, dilaporkan bahwa pembicaraan mengenai ekspor 16 unit KF-21 ke Indonesia juga sedang berlangsung.


