terkinni.id – Menjelang pertemuan dengan Presiden Prabowo pada 1 Maret mendatang, Presiden Lee Jae Myung kembali berbicara terkait pengembangan bersama jet tempur Korea KF-21 dengan Indonesia. Ia menekankan, “Pengembangan bersama jet tempur generasi berikutnya oleh Korea dan Indonesia merupakan model kerja sama pertahanan internasional yang layak dijadikan contoh global.”
Dalam wawancara tertulis dengan surat kabar harian Indonesia, Kompas, yang dirilis Selasa (31/3) pun, Presiden Korsel tersebut menyatakan, “Saya berharap pengalaman sukses yang telah diraih kali ini akan menjadi kesempatan untuk memperluas kerja sama pertahanan ke berbagai bidang, seperti kapal angkatan laut dan senjata pertahanan udara.”
Presiden Lee menilai baik Korea maupun Indonesia tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengembangkan sistem senjata bersama. Kemudian, meskipun terdapat banyak hambatan, kedua pihak berhasil menemukan metode kerja sama yang optimal dan menjaga kepercayaan yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.
Presiden Lee juga menyatakan, “Negara-negara lain menunjukkan minat yang besar terhadap pencapaian yang telah diraih kedua negara kita kali ini. Sistem senjata yang dikembangkan bersama oleh kedua negara akan semakin meningkatkan potensi ekspor dan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.”
Selanjutnya, terkait penguatan kerja sama ekonomi, Presiden Lee menilai bahwa dunia saat ini sedang menghadapi krisis yang kompleks dan berlapis-lapis akibat perluasan proteksionisme dan restrukturisasi rantai pasokan. Beliau lalu mencatat, “Secara paradoks, peran Korea dan Indonesia akan semakin bersinar dalam krisis seperti ini.”
Secara khusus, beliau menekankan, “Teknologi canggih dan pengalaman Korea dalam pembangunan ekonomi, dikombinasikan dengan sumber daya manusia dan alam Indonesia, akan menghasilkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” menambahkan bahwa “potensi kerja sama antara kedua negara tidak terbatas, meluas hingga keamanan maritim dan keamanan siber.”
Dengan demikian, Presiden Lee menyatakan bahwa kedua negara harus terus memainkan peran dalam mempromosikan multilateralisme dan perdagangan bebas dengan memanfaatkan kerangka kerja sama yang ada seperti ASEAN-Korea, G20, dan MIKTA.
Beliau pun menilai bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Korea dan Indonesia, yang mulai berlaku pada tahun 2023, merupakan peluang kunci untuk memperkuat kerja sama ekonomi diikuti perhatian terhadap berbagai bidang, termasuk pengembangan industri, pelatihan tenaga kerja, dan pembangunan infrastruktur.
Tidak hanya itu, beliau juga menyorot pembangunan ekosistem AI, memprediksi bahwa kerja sama sektor swasta antara kedua negara di bidang kecerdasan buatan akan diperkuat.


