terkinni.id – Kepolisian Laut Timur Korea Selatan terus melakukan pencarian intensif di laut dan di udara terkait kecelakaan yang menyebabkan seorang pelaut berkewarganegaraan Indonesia jatuh ke perairan di lepas pantai Dokdo.
Pada pertengahan Februari lalu, pihak kepolisian menerima laporan bahwa seorang awak kapal berusia 20-an yang merupakan warga negara Indonesia telah jatuh ke laut dari kapal penangkap ikan yang beroperasi sekitar 194 km timur laut Dokdo.
Sebagai tanggapan, kapal patroli dan sumber daya lainnya segera dikirim ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Akan tetapi, upaya ini belum berhasil sehingga sebuah kapal besar kelas 5.000 ton dan Mugunghwa 39 milik Grup Pengelolaan Perikanan Laut Timur ikut dikerahkan.
Lebih lanjut, untuk membantu proses pencarian ini secara lebih komprehensif, sebuah kapal kelas 1.250 ton dan satu pesawat dari Penjaga Pantai Jepang serta satu helikopter dari Pangkalan Udara Pohang ikut berpartisipasi dan dikerahkan di atas area kecelakaan.
Hal ini dilakukan sebab kecelakaan terjadi di perairan perbatasan antara Korea dan Jepang sehingga tim penyelamat dari kedua negara bekerja sama untuk melakukan pencarian.
Kim Hwan-gyeong dari Kepolisian Laut Timur mengatakan, “Korea dan Jepang bergabung untuk menyelamatkan nyawa di perbatasan,” lalu menambahkan, “Kami akan berupaya semaksimal mungkin hingga akhir untuk menyelamatkan setidaknya satu nyawa melalui kerja sama yang terbaik.”


