terkinni.id – Sekitar tiga dari sepuluh siswa SMA di Korea Selatan mengalami kesulitan untuk fokus membaca teks panjang selama lebih dari 10 menit. Fenomena ini diduga berkaitan dengan meningkatnya konsumsi konten video pendek (short-form).
Hasil survei online yang dilakukan oleh perusahaan informasi pendidikan Jinhaksa terhadap 3.525 siswa SMA pada 2–11 bulan lalu menunjukkan bahwa 30,6% responden mengaku sering kesulitan membaca teks panjang dalam waktu lama. Dari jumlah tersebut, 8,4% menyatakan sangat kesulitan. Sementara itu, 41% responden menjawab tidak atau sama sekali tidak mengalami kesulitan.
Jinhaksa menilai penurunan konsentrasi ini berkaitan dengan kebiasaan menonton konten short-form seperti YouTube Shorts dan Reels. Sebanyak 57,9% siswa mengaku membuka aplikasi tersebut secara kebiasaan tanpa tujuan khusus. Selain itu, 78,4% responden mengatakan mereka sering menonton lebih lama dari yang direncanakan, sementara hanya 20,1% yang merasa mampu berhenti sesuai keinginan.
Kepala Pusat Strategi Penerimaan Jinhaksa, Woo Yeon-cheol, menekankan bahwa kemampuan memahami teks panjang merupakan faktor penting dalam ujian masuk perguruan tinggi dan penilaian akademik. Ia menyarankan agar siswa secara sengaja melatih diri membaca teks panjang seperti buku pelajaran dan artikel berita untuk meningkatkan konsentrasi.


