terkinni.id – The Fact melaporkan pada Selasa (24/2) bahwa Taemin SHINee baru-baru ini telah mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan Big Planet Made Entertainment (BPM). Meskipun masih ada sisa waktu dalam kontraknya, Taemin dengan tegas meminta pemutusan kontrak kepada CEO Cha Gawon sehingga kemitraan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun sepuluh bulan tersebut berakhir tanpa perselisihan. Saat mengonfirmasi kepada media pun, pihak agensi tidak menyebutkan alasan dibalik pemutusan kontrak ini.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, Cha Gawon tidak punya pilihan selain menerima tuntutan Taemin. Seperti yang sebelumnya dilaporkan oleh The Fact, tidak hanya soal pembayaran yang belum terselesaikan, tetapi juga terungkap bahwa CEO Cha melakukan kelalaian berat dalam proses penandatanganan kontrak dengan perusahaan luar tanpa persetujuan Taemin.
BPM sendiri merupakan anak perusahaan dari One Hundred, agensi yang didirikan pada Desember 2023 bersama MC Mong. Taemin menandatangani kontrak eksklusif dengan BPM setelah mengakhiri kontrak 16 tahunnya dengan SM Entertainment pada Maret 2024.
Selain Taemin, CEO Cha Gawon diketahui juga belum membayar artis lain seperti Lee Seunggi (BPM), THE BOYZ (One Hundred), Baekhyun (INB100), serta perusahaan-perusahaan mitranya. Total seluruhnya mencapai hingga miliaran won.
Menyusul perkara ini, vila CEO Cha (La Nouvo), yang dimiliki bersama suaminya di Hannam-dong, Seoul, telah disita oleh Dinas Pajak Nasional karena tunggakan pajak. Ia juga digugat oleh perusahaan hiburan A atas tuduhan penipuan.


