terkinni.id – Melalui kontribusi dalam tim ‘Hamkke Bareng’, mahasiswa Seoul National University (SNU) telah berhasil merampungkan program “2025 Winter Indonesia Seoul National University Social Responsibility”.
Dipersiapkan sejak Oktober 2025, tim “Hamkke Bareng” kemudian mengunjungi Lombok dari tanggal 22 Januari hingga 1 Februari lalu. Mereka melaksanakan kegiatan berbagi pendidikan, yang berfokus pada pendidikan bahasa Korea untuk industri pariwisata dan pendidikan bisnis digital untuk para kaum muda yang sedang mempersiapkan masa depannya.
Adapun program ini merupakan proyek lima tahun yang diluncurkan pada tahun 2022 dengan disponsori oleh Samick Musical Instruments. Dengan nama ‘Hamkke Bareng’, tim yang terdiri atas mahasiswa SNU, Universitas Mataram, dan Universitas Nasional ini berupaya mewujudkan harapan bagi kedua negara dalam hal berbagi kepedulian dan pertukaran budaya. Secara khusus, proyek ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan kerja dan wirausaha pemuda Indonesia lewat perencanaan dan pelaksanaan pelatihan langsung, serta penugasan.
Kegiatan ini menargetkan 13 pemuda lokal yang dipilih melalui proses seleksi dari total 177 peserta. Para peserta menerima pelatihan dasar selama kurang lebih empat bulan dari para ahli lokal sebelum akhirnya fokus pada pelatihan intensif dan praktik langsung.
Selain itu, sebagai bagian dari kegiatan pertukaran lokal, tim ini juga memberikan pendidikan seni dan jasmani kepada 125 siswa sekolah dasar di SDN 1 Batu Layar Barat. Selanjutnya, kegiatan plogging pantai juga dilakukan untuk melindungi ekosistem laut.
Saat melangsungkan upacara wisuda bagi para peserta ini, Direktur Seo dari SNU Social Responsibility kemudian menyatakan, “Melalui program ini, kita tidak hanya akan menghasilkan anak-anak muda berbakat dari Lombok, tetapi juga meresmikan ‘sistem kerja sama pendidikan berkelanjutan,’ yang merupakan buah dari proyek jangka panjang selama lima tahun.”
Perwakilan Universitas Mataram juga mengatakan bahwa mereka berharap program ini dapat semakin memperkuat hubungan kerja sama jangka panjang antarinstitusi dan memperbanyak SDM Indonesia yang mampu berbahasa Korea sebagai penghubung kedua negara.


