terkinni.id – Selama 21 hingga 31 Januari lalu, Unit Bisnis RISE (Regional Innovation System & Education) Gyeongkuk National University (GKNU) telah menyelenggarakan pertukaran informasi studi luar negeri lewat pembukaan booth promosi di Malaysia dan Indonesia untuk menarik talenta unggul dan memperkuat merek globalnya, sekaligus menandatangani perjanjian bisnis (MoU) dengan organisasi lokal terkait.
Dengan berfokus pada peningkatan daya saing pendidikan universitas dan sistem dukungan mahasiswa internasional, dalam kesempatan tersebut diadakan sesi konsultasi dan tanya jawab. GKNU secara aktif mempromosikan keunggulan, karakteristik departemen, program beasiswa, hingga program dukungan mahasiswa internasional.

Adapun di Indonesia, kegiatan promosi dan penandatanganan kesepakatan bisnis berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Januari di Bandung. Nota Kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani oleh total sembilan SMA, termasuk tujuh SMA yang berafiliasi dengan Yayasan BPK Penabur Bandung, diikuti Sekolah Bintang Mulia Bandung dan Sekolah Kristen Trimulia Bandung, keduanya berafiliasi dengan Universitas Kristen Maranatha.
Melalui kesepakatan ini, pihak terlibat sepakat untuk memperluas kerja sama memajukan talenta luar negeri melalui GKNU, termasuk dengan menghubungkan pendidikan bahasa Korea, menyelenggarakan promosi studi luar negeri secara teratur, serta merekomendasikan dan menghubungkan siswa berprestasi ke pendidikan lanjutan. Lebih lanjut, sesi diskusi juga dilakukan untuk membahas mengenai program perluasan pertukaran budaya dan pendidikan bahasa Korea antara kedua negara.
Selanjutnya, pada 30 hingga 31 Januari, diadakan pula pertemuan dengan kepala sekolah SMA Plus PGRI Cibinong dan seminar informasi beasiswa. Hal ini beriringan dengan rencana sekolah tersebut untuk mengoperasikan pendidikan bahasa Korea sebagai program ekstrakurikuler baru, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak siswa internasional secara aktif.

Selama kunjungan ke Indonesia ini, perjanjian bisnis juga ditandatangani dengan total empat organisasi/perusahaan, termasuk Korea Education Center Indonesia (KEC Indonesia), Indonesia World-OKTA (W-OKTA), PT Korea Indonesia Enhanced Networks, dan PT LIMADUA MAKMUR KARYA. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, industri, dan jaringan.
Seorang perwakilan dari pihak Indonesia mengatakan, “Melalui kesepakatan ini, kami berharap kedua institusi akan bekerja sama untuk mengaktifkan program bersama dan memperluas pendidikan bahasa Korea sehingga lebih banyak siswa SMA dapat mendaftar ke GKNU.”Lim Woo-taek, Kepala Divisi RISE GKNU pun menekankan, “GKNU telah membangun hubungan saling percaya melalui pertukaran jangka panjang dengan Indonesia,” dan “Melalui perjanjian bisnis dan promosi ini, kami akan memilih talenta unggul dan membina mereka menjadi talenta global di masa depan.”


