terkinni.id – Acara kencan terbaru SBS, “Match To Marry,” akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan perselingkuhan yang menyeret salah satu kontestannya.
Pada Selasa (20/1), program investigasi JTBC “Crime Chief” menayangkan laporan tentang seorang wanita berusia 40-an, yang disebut sebagai A, mengaku terkejut setelah melihat sosok wanita yang diduga menjadi selingkuhan suaminya tampil di sebuah acara kencan televisi. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa putusan pengadilan perceraian menyatakan sang suami dan pihak ketiga bertanggung jawab atas runtuhnya pernikahan A.
Menanggapi laporan itu, tim produksi “Match To Marry” menyatakan pada malam hari yang sama bahwa mereka baru mengetahui fakta tersebut baru-baru ini. Mereka menegaskan bahwa setiap kontestan menandatangani kontrak yang menjamin tidak memiliki riwayat kontroversi sosial, termasuk kejahatan, perselingkuhan, maupun kekerasan di sekolah, serta mencantumkan klausul penalti apabila terjadi pelanggaran.
Tim produksi juga mengungkapkan rencana untuk meminimalkan kemunculan kontestan yang bersangkutan dalam episode mendatang, seraya menambahkan bahwa saat ini mereka masih melakukan diskusi internal terkait langkah lanjutan yang akan diambil.
“Match To Marry” sendiri tayang perdana pada 1 Januari dan menampilkan 10 pria dan wanita lajang yang berniat menikah, bersama ibu mereka, yang tinggal bersama selama enam hari lima malam dalam satu rumah.


