terkinni.id – Nilai tukar won Korea terhadap dolar AS terus melemah pada 23 Desember dan ditutup di level 1.483,6 won per dolar di pasar valuta asing Seoul. Ini menandai dua hari berturut-turut nilai won berada di atas level 1.480, sebuah kondisi yang terakhir kali terjadi pada Maret 2009 saat krisis keuangan global. Meski otoritas valuta asing telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk merespons pelemahan won yang berkepanjangan, pasar dinilai belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Pada awal perdagangan, won sempat menguat tipis ke 1.479,5 per dolar, namun segera berbalik melemah dan menembus level 1.484 pada sesi pagi sebelum bergerak mendatar hingga penutupan. Menurut Shinhan Bank, analisnya Baek Seok-hyun menilai pelemahan won terjadi meskipun dolar global melemah, karena adanya lonjakan permintaan dolar pada awal perdagangan. Permintaan tersebut diperkirakan berasal dari kebutuhan perusahaan untuk pinjaman valuta asing atau investasi ke luar negeri.
Sementara itu, pelemahan won juga memunculkan kekhawatiran terhadap kinerja perusahaan domestik. Berdasarkan working paper terbaru Korea Institute of Finance, dalam periode satu tahun setelah nilai tukar melemah, jumlah perusahaan yang mengalami penurunan margin laba operasional dan laba bersih jauh lebih banyak dibandingkan yang mencatat peningkatan. Dampak negatif tersebut paling menonjol pada sektor pengilangan minyak, industri kimia, manufaktur logam dasar, serta perdagangan grosir dan eceran.
Kondisi ini menambah tekanan bagi perekonomian Korea Selatan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.


