terkinni.id – Film Korea terbaru Netflix, The Great Flood, mencatat debut yang sangat kuat di tingkat global. Hanya satu hari setelah perilisannya, film ini langsung melesat ke posisi teratas dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Pada 19 Desember, The Great Flood menduduki peringkat No. 1 dalam daftar Top 10 Film Global Netflix. Berlatar pada hari terakhir keberadaan Bumi, film ini mengisahkan sekelompok orang yang berjuang untuk bertahan hidup di dalam sebuah kompleks apartemen yang diterjang banjir besar. Dengan memadukan unsur fiksi ilmiah dan ketegangan khas film bencana, proyek ini telah menarik perhatian sejak jauh sebelum penayangannya secara global.
Antisipasi terhadap film ini semakin meningkat setelah pemutaran perdananya pada September lalu di Festival Film Internasional Busan ke-30, dalam sesi Korean Cinema Today – Special Premiere. Sejak saat itu, film ini kerap disebut sebagai karya yang membuka kemungkinan baru bagi sinema fiksi ilmiah Korea.
Dari sisi teknis, The Great Flood menuai sorotan atas kualitas visualnya. Tim produksi merancang setiap adegan secara detail untuk merealisasikan tekstur air yang dikenal sulit ditampilkan secara realistis melalui efek visual. Para pemeran menjalani pelatihan intensif, termasuk berenang, menyelam, dan freediving, demi mendukung pengambilan gambar bawah air.
Produksi ini juga menerapkan teknik tingkat tinggi “dry for wet,” yakni metode pengambilan gambar di studio kering dengan efek asap, di mana para aktor berakting seolah berada di bawah air. Teknik ini menuntut koordinasi presisi antara pemain, sistem kabel, serta pergerakan kamera. Banyak penonton memuji tingkat imersi yang dihasilkan, terutama ketika latar apartemen yang familiar perlahan berubah menjadi ruang yang menyerupai akuarium raksasa, sekaligus menyoroti kemajuan signifikan teknologi film Korea.


