terkinni.id – Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, baru saja melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan pada Senin (8/9) lalu. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan sambutan dalam ‘Tourism Investment Meeting’ dan mengundang investor Korea Selatan untuk menanamkan investasinya di industri wisata kebugaran (wellness tourism) Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Hari ini kami membuka pintu untuk berbagai peluang investasi, yang didukung oleh komitmen kebijakan, infrastruktur investasi nasional, dan sektor pariwisata yang dirancang untuk tumbuh”. Ia kemudian menekankan peran Korea Selatan sebagai mitra terpercaya dengan pengalaman mendalam dan visi yang tajam terhadap nilai-nilai keberlanjutan bagi industri pariwisata Indonesia.
Wisata kebugaran (wellness) sendiri merupakan salah satu industri yang dinilai menjanjikan dan menjadi wujud implementasi nilai-nilai keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun. Global Wellness Institute juga melaporkan nilai ekonomi global dari industri kebugaran (wellness) pada 2023 mencapai 6,32 triliun dolar AS. Menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Sering kali, wisatawan juga bersedia membayar lebih demi pengalaman yang autentik, menyembuhkan, serta transformatif. Hal ini menjadi poin plus Indonesia sebagai salah satu negara yang dinilai memiliki posisi strategis dalam memenuhi permintaan tersebut.
Adapun menurut Global Wellness Institute, saat ini Indonesia berada pada peringkat enam besar dengan ekonomi wellness terbesar di Asia Pasifik dan peringkat ketiga untuk pertumbuhan tertinggi.
Banyak dari tradisi Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Begitu pula praktik kebugaran yang berakar pada tradisi mulai dari ritual penyembuhan khas Jawa hingga spa autentik Bali.
“Ini mengapa lebih dari 23 persen wisatawan yang berkunjung ke Bali menjadikan kebugaran sebagai motivasi utama perjalanan mereka. Selain Bali, destinasi baru seperti Yogyakarta, Solo, dan Sumba di Indonesia bagian timur, mulai bangkit sebagai pusat tujuan wisata kebugaran,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Selain wisata kebugaran, Menpar Widiyanti juga menawarkan peluang investasi di berbagai bidang pariwisata lainnya seperti eco-tourism, keanekaragaman hayati laut, budaya, kesehatan, dan sebagainya. Beliau kemudian memperkenalkan keunggulan 10 destinasi pariwisata prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali yang merupakan wujud komitmen Indonesia dalam membangun pengalaman wisata medis dan kesehatan berkualitas.
Sehubungan dengan hal tersebut, Menpar Widiyanti mengajak dan mengundang para investor untuk mengambil bagian dalam mewujudkan pariwisata masa depan, yakni pengalaman wisata yang menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk terhubung dengan budaya lokal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


