June25 , 2026

Partai Keadilan Kritik KTT Korea–Jepang: “Isu Sejarah dan Korban Wanita Penghibur Diabaikan”

Share

terkinni.id – Partai Keadilan menyuarakan kekecewaannya terhadap hasil pertemuan puncak Korea–Jepang yang berlangsung di Tokyo pada 23 Agustus. Dalam pernyataannya pada 24 Agustus, kelompok Keadilan Memori Solidaritas (Jeonguiyeon) menilai bahwa pembahasan antara kedua pemimpin negara gagal menyentuh persoalan mendasar yang berkaitan dengan sejarah kelam masa lalu.

Meski KTT menghasilkan kesepakatan untuk memulihkan diplomasi bolak-balik dan membentuk badan konsultatif, Partai Keadilan menilai absennya pembahasan isu sejarah, khususnya pelanggaran HAM terhadap para wanita penghibur militer Jepang, sebagai sebuah kelalaian serius.

“Hubungan Korea–Jepang seharusnya dibangun melalui transformasi besar, termasuk pengakuan tanggung jawab pelaku serta penyampaian rencana implementasi yang jelas,” tegas partai tersebut.

Mereka juga kembali menyerukan agar pemerintah Jepang secara terbuka mengakui kesalahan masa lalu, menyampaikan permintaan maaf tulus, serta memberikan kompensasi kepada para korban wanita penghibur.

Related

Kloter Pertama Wisatawan Bebas Visa asal Indonesia Tiba di Korea Selatan!

terkinni.id – Kementerian Kehakiman Korsel mengumumkan bahwa kelompok pertama...

Kementerian Ekraf Indonesia Bahas Upaya Penguatan Kerja Sama dengan Dubes Korsel

terkinni.id – Menurut media lokal seperti Tajuk Nasional pada...

International St. Mary’s Hospital Rampungkan Pelatihan untuk Ahli Kardiologi Indonesia

terkinni.id – International St. Mary’s Hospital mengumumkan pada Senin...

Sahmyook University Sepakati MOU Pertukaran Internasional dengan Universitas Brawijaya

terkinni.id – Universitas Sahmyook mengumumkan pada  Senin (15/6) bahwa mereka...

HPN Korea Resmi Luncurkan Proyek Pariwisata Muslim Jeju Skala Penuh!

terkinni.id – Himpunan Pengusaha Nahdliyin Korea (HPN-K) mengumumkan pada...