November8 , 2026

Partai Keadilan Kritik KTT Korea–Jepang: “Isu Sejarah dan Korban Wanita Penghibur Diabaikan”

Share

terkinni.id – Partai Keadilan menyuarakan kekecewaannya terhadap hasil pertemuan puncak Korea–Jepang yang berlangsung di Tokyo pada 23 Agustus. Dalam pernyataannya pada 24 Agustus, kelompok Keadilan Memori Solidaritas (Jeonguiyeon) menilai bahwa pembahasan antara kedua pemimpin negara gagal menyentuh persoalan mendasar yang berkaitan dengan sejarah kelam masa lalu.

Meski KTT menghasilkan kesepakatan untuk memulihkan diplomasi bolak-balik dan membentuk badan konsultatif, Partai Keadilan menilai absennya pembahasan isu sejarah, khususnya pelanggaran HAM terhadap para wanita penghibur militer Jepang, sebagai sebuah kelalaian serius.

“Hubungan Korea–Jepang seharusnya dibangun melalui transformasi besar, termasuk pengakuan tanggung jawab pelaku serta penyampaian rencana implementasi yang jelas,” tegas partai tersebut.

Mereka juga kembali menyerukan agar pemerintah Jepang secara terbuka mengakui kesalahan masa lalu, menyampaikan permintaan maaf tulus, serta memberikan kompensasi kepada para korban wanita penghibur.

Related

Hilang Saat Snorkeling di Kepulauan Gili, Seorang Wanita Korea Masih Belum Ditemukan Setelah 1 Bulan!

terkinni.id – Seorang wanita berkewarganegaraan Korea Selatan yang hilang...

Data Pribadi Presiden Lee Jae Myung dan 167 Anggota Rombongannya Bocor di Situs Online!

terkinni.id – Data pribadi Presiden Korea Selatan Lee Jae...

LG CNS Rampungkan Pembangunan Data Center AI di Jakarta!

terkinni.id – Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, LG CNS,...

Pemerintah Korea Selatan Perluas Program Pendapatan Dasar Pedesaan, Parlemen Ingatkan Risiko

terkinni.id – Pemerintah Korea Selatan berencana memperluas program percontohan...

Data Pribadi Bocor, HYBE Perketat Sistem Keamanan

terkinni.id – HYBE mengungkapkan bahwa sejumlah dokumen internal dan...