August9 , 2026

Partai Keadilan Kritik KTT Korea–Jepang: “Isu Sejarah dan Korban Wanita Penghibur Diabaikan”

Share

terkinni.id – Partai Keadilan menyuarakan kekecewaannya terhadap hasil pertemuan puncak Korea–Jepang yang berlangsung di Tokyo pada 23 Agustus. Dalam pernyataannya pada 24 Agustus, kelompok Keadilan Memori Solidaritas (Jeonguiyeon) menilai bahwa pembahasan antara kedua pemimpin negara gagal menyentuh persoalan mendasar yang berkaitan dengan sejarah kelam masa lalu.

Meski KTT menghasilkan kesepakatan untuk memulihkan diplomasi bolak-balik dan membentuk badan konsultatif, Partai Keadilan menilai absennya pembahasan isu sejarah, khususnya pelanggaran HAM terhadap para wanita penghibur militer Jepang, sebagai sebuah kelalaian serius.

“Hubungan Korea–Jepang seharusnya dibangun melalui transformasi besar, termasuk pengakuan tanggung jawab pelaku serta penyampaian rencana implementasi yang jelas,” tegas partai tersebut.

Mereka juga kembali menyerukan agar pemerintah Jepang secara terbuka mengakui kesalahan masa lalu, menyampaikan permintaan maaf tulus, serta memberikan kompensasi kepada para korban wanita penghibur.

Related

Korea Selatan dan Indonesia Bahas Penyederhanaan Prosedur Sertifikasi Halal untuk Dukung Ekspor K-Beauty

terkinni.id – Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan...

Kota Incheon Kirim 20 Siswa ke Indonesia untuk Jalani Praktik Kerja di Sektor MRO Penerbangan

terkinni.id – Dinas Pendidikan Kota Metropolitan Incheon (ICE) mengumumkan...

Daegu Health College Gelar Kegiatan Sukarelawan Kedokteran Gigi di Indonesia!

terkinni.id – Daegu Health College (DHC) mengumumkan pada Selasa...