March26 , 2026

Filibuster Kembali Panaskan Parlemen Korsel, Sidang RUU Penyiaran Ditunda, Oposisi Tak Gentar

Share

terkinni.id – Majelis Nasional Korea Selatan harus menunda pengesahan tiga RUU penyiaran setelah Partai Kekuatan Rakyat kembali menggelar filibuster. Dalam sebuah parlemen atau badan pemerintah yang bertugas mengambil keputusan, filibuster adalah usaha atau retorika untuk menghalangi satu keputusan tertentu dengan cara mengambil waktu yang tersedia, biasanya dengan pidato yang sangat panjang. Kadang istilah ini diartikan sebagai upaya “mematikan sebuah RUU”.[1] yang ditandai sebagai upaya menghalangi pembuatan keputusan di parlemen atau badan pemerintahan.

Aksi ini dimulai pukul 16.01 waktu setempat, dengan anggota parlemen Shin Dong Wook menjadi orator pertama. Filibuster ini mengulang strategi serupa tahun lalu saat oposisi menggagalkan pengesahan Undang-Undang Jaksa Khusus dan Undang-Undang Amplop Kuning.

Awalnya, RUU Penyiaran dijadwalkan dibahas usai RUU Komersial, namun Partai Demokrat Korea (yang memegang mayoritas) memajukan posisinya di agenda.

Meski mereka bisa mengakhiri debat lewat voting 24 jam pasca filibuster sesuai aturan, hanya satu RUU yang bisa disahkan secara fisik selama sidang luar biasa bulan Juli yang berakhir 5 Agustus. Akibatnya, dua RUU penyiaran lainnya, plus RUU Amplop Kuning dan amandemen UU Komersial, harus menunggu sidang luar biasa bulan Agustus.

Related

3 dari 10 Siswa SMA Korea Selatan Sulit Fokus Membaca Teks Panjang

terkinni.id – Sekitar tiga dari sepuluh siswa SMA di...

Nilai Boston Dynamics Melonjak 20 Kali, IPO Diperkirakan Segera

terkinni.id – Nilai perusahaan Boston Dynamics, anak usaha robotika...

Tren Penahanan Suku Bunga Diperkirakan Berlanjut di Tengah Tekanan Inflasi

terkinni.id – Setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat...

27 Perusahaan Terlibat Kolusi Tender Seragam Sekolah di Gwangju

terkinni.id – Komisi Perdagangan yang Adil Korea Selatan mengungkap...